sriwijayaviral.com, PALEMBANG – Konten yang diunggah oleh Haykal Kamil di akun tiktoknya
@haykal_kamil saat berkunjung ke Kota Palembang menjadi perhatian warganet.
Dalam video yang beredar di media sosial dan telah ditonton lebih dari 4.400 kali berdasarkan informasi yang beredar, Haykal menyoroti kondisi kawasan tepian Sungai Musi yang dinilai masih dipenuhi sampah meskipun panorama Jembatan Ampera terlihat indah.
Dalam kontennya, Haykal menyampaikan apresiasi terhadap keindahan Jembatan Ampera sebagai ikon Kota Palembang. Namun, ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap keberadaan sampah di sepanjang tepian Sungai Musi yang dinilai dapat mengurangi daya tarik kawasan wisata tersebut.
Selain persoalan kebersihan, Haykal juga mengaku mengalami situasi yang menurutnya kurang nyaman akibat adanya sejumlah orang yang meminta sumbangan kepada pengunjung secara memaksa. Pernyataan tersebut merupakan pengalaman yang disampaikan Haykal dalam kontennya dan menjadi perhatian publik di media sosial.
Sebagai masukan, Haykal mengusulkan agar Pemerintah Kota Palembang mempertimbangkan pembangunan area deck atau ruang pandang di kawasan tepian Sungai Musi. Menurutnya, penataan yang lebih baik akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik Jembatan Ampera sebagai destinasi unggulan.
Viralnya konten tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warganet berharap pemerintah dapat meningkatkan kebersihan kawasan Sungai Musi, memperbaiki penataan ruang publik, serta melakukan pembinaan terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan.
Kawasan Jembatan Ampera dan Sungai Musi merupakan salah satu ikon pariwisata Kota Palembang yang setiap tahun dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Karena itu, pengelolaan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kawasan dinilai menjadi aspek penting dalam menjaga citra destinasi wisata.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Palembang maupun instansi terkait mengenai tanggapan atas sorotan yang disampaikan Haykal Kamil. Media tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi apabila telah diperoleh dari pihak berwenang.