sriwijayaviral.com, JAKARTA – Advokat dan Konsultan Hukum Dhea Arrum Sasqia Putri, S.H., yang juga menjadi Person in Charge (PIC) dalam sejumlah penanganan kasus di Tim Hotman 911, mengambil langkah nyata dalam pendampingan korban kekerasan seksual dengan menggagas program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga korban.
Bersama perwakilan Tim Hotman 911, Dhea Arrum berkolaborasi dengan Anggota DPR RI Komisi X Titik Verdi serta Ketua Umum KOWANI Yenny Wahid saat mengunjungi seorang anak berkebutuhan khusus yang menjadi korban kekerasan seksual di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (22/7/2026), menjelang peringatan Hari Anak Nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Dhea menegaskan bahwa pendampingan terhadap korban tidak boleh berhenti pada aspek hukum semata. Menurutnya, keluarga korban juga harus memperoleh solusi konkret agar mampu menjalani kehidupan secara mandiri tanpa mengabaikan proses pemulihan anak.
Sebagai bentuk komitmen itu, Dhea bersama Tim Hotman 911 menggagas pembukaan Rumah Pangan Kita (RPK) yang bermitra dengan Bulog. Program tersebut akan dikelola oleh ibu korban sebagai usaha mandiri yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Tujuan kami sederhana, agar ibu korban memiliki usaha sendiri, bisa mandiri secara ekonomi, dan tetap fokus mendampingi serta merawat anaknya di rumah. Pendampingan hukum memang penting, tetapi keberlangsungan hidup keluarga korban juga harus dipikirkan," ujar Dhea Arrum.
Menurut Dhea, banyak keluarga korban yang mengalami tekanan ekonomi setelah kasus terjadi. Kondisi tersebut kerap memaksa orang tua meninggalkan anak demi mencari nafkah, sehingga perhatian terhadap proses pemulihan korban menjadi tidak maksimal.
Karena itu, melalui program RPK, pihaknya berharap keluarga korban memperoleh sumber penghasilan yang stabil tanpa harus meninggalkan anak yang masih membutuhkan pendampingan intensif.
Kolaborasi tersebut mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Komisi X Titik Verdi dan Ketua Umum KOWANI Yenny Wahid yang sama-sama mendorong penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak, khususnya korban kekerasan seksual.
Dalam kesempatan itu, Yenny Wahid kembali mengingatkan bahwa perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia menegaskan negara dan masyarakat wajib memastikan setiap anak tumbuh di lingkungan yang aman serta bebas dari kekerasan.
Selain melakukan kunjungan, KOWANI juga menyampaikan sejumlah langkah strategis, di antaranya memperkuat jaringan pelaporan korban melalui organisasi perempuan di seluruh Indonesia, menginisiasi pelatihan bela diri bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan, serta mendorong pemerintah memperkuat layanan terpadu penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sementara itu, Dhea Arrum menegaskan bahwa sinergi antara pendampingan hukum, perlindungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi merupakan pendekatan yang harus berjalan beriringan.
"Korban tidak hanya membutuhkan keadilan di pengadilan, tetapi juga jaminan bahwa keluarganya dapat bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Itulah mengapa kami menghadirkan solusi yang langsung menyentuh kebutuhan keluarga korban," tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Direktur PPA Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Rita Wulandari Wibowo, serta Kapolsek Ciracas Kompol Rohmad, S.H., S.I.K., M.H.
Dengan menghadirkan solusi ekonomi melalui Rumah Pangan Kita sekaligus memberikan pendampingan hukum, Dhea Arrum Sasqia Putri bersama Tim Hotman 911 berharap keluarga korban dapat bangkit, hidup lebih mandiri, dan memberikan perhatian penuh terhadap proses pemulihan anak sebagai korban kekerasan seksual.