-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pembagian MBG di SD Negeri 196 Sungki Tak Memuaskan, SumselNyenyes Menyoroti

Rabu, 11 Maret 2026 | Maret 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-11T09:00:24Z


PALEMBANG, sriwijayaviral.com – Suasana pilu dan penuh kekecewaan menyelimuti pembagian program MBG di SD Negeri 196 Sungki yang berlokasi di Jalan Ki Kemas Rindo, Lorong Sepupu RT 24 RW 04, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Program yang seharusnya membantu meningkatkan asupan gizi bagi para siswa justru menuai keluhan karena dinilai tidak memuaskan.


Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan orang tua siswa dan masyarakat sekitar, paket makanan yang dibagikan kepada para murid disebut hanya berisi sebutir telur, satu buah jeruk, dan roti.
Menu tersebut dianggap jauh dari harapan sebagian pihak yang menginginkan makanan yang lebih layak dan bernutrisi bagi anak-anak sekolah dasar.


Sejumlah warga menilai, jika benar program tersebut bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak, maka menu yang diberikan seharusnya lebih beragam dan mencukupi kebutuhan nutrisi siswa. Terlebih lagi, program tersebut digadang-gadang sebagai salah satu upaya membantu pemenuhan gizi bagi pelajar.


“Kalau benar hanya jeruk, telur, dan roti, tentu sangat disayangkan. Anak-anak membutuhkan asupan makanan yang lebih lengkap agar bisa belajar dengan baik,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.


Kekecewaan juga dirasakan oleh sebagian orang tua siswa. Mereka berharap program yang digulirkan pemerintah maupun pihak terkait benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, bukan sekadar formalitas pembagian makanan.


Menurut sejumlah sumber, program MBG tersebut seharusnya dirancang untuk memberikan makanan tambahan yang bergizi guna menunjang kesehatan dan konsentrasi belajar siswa. Namun kondisi yang terjadi di lapangan dinilai belum sesuai dengan harapan.


Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan standar menu yang diberikan. Jika memang terdapat ketentuan tertentu mengenai komposisi makanan dalam program tersebut, mereka berharap pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.


“Jangan sampai program yang niatnya baik malah menimbulkan kekecewaan. Harus ada transparansi terkait anggaran dan menu yang disiapkan,” kata warga lainnya.


Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun pihak terkait mengenai komposisi menu yang dibagikan kepada para siswa tersebut. Namun masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dari instansi terkait agar tidak menimbulkan polemik yang lebih luas.


Para orang tua siswa juga berharap ada evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut. Jika memang ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya, mereka meminta agar segera dilakukan perbaikan sehingga tujuan utama program, yakni meningkatkan gizi anak-anak, dapat benar-benar tercapai.


Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi yang berwenang dapat turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Dengan begitu, pelaksanaan program MBG di SD Negeri 196 Sungki dapat berjalan lebih baik, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa.


Kasus ini pun menjadi perhatian publik, khususnya warga Kecamatan Kertapati. Mereka berharap ke depan tidak ada lagi program bantuan yang dinilai tidak sesuai harapan, terlebih jika menyangkut kebutuhan dasar anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.


Jika benar terjadi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program tersebut, masyarakat meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Program yang bertujuan membantu masyarakat seharusnya dilaksanakan secara maksimal dan tepat sasaran demi kepentingan generasi penerus bangsa.


Sementara itu, Yus Tenda selaku pihak pengadaan dapur dan alat-alat Dapur Kemas Rindo 2 saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan agar berita tersebut sementara tidak ditayangkan dan mengajak untuk bertemu.


“Biso ketemuan apo kito, saya ado di dapur sekarang. Beritanyo jangan ditayangkan dulu,” jawabnya singkat.


Sementara itu, Tari Wilantira selaku PIC Dapur Kemas Rindo 2 menjelaskan pihaknya siap memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.


“Terkait menu keringan, porsi kecil Rp8.000 berisi talam ubi ungu cream cheese, telur rebus, dan jeruk. Sementara porsi besar Rp10.000 mendapat tambahan kurma. Bahan talam ubi menggunakan susu UHT, tepung beras, gula, keju, ubi ungu, dan agar-agar premium. Kami juga terbuka jika ingin melihat langsung proses serta bahan yang digunakan di dapur,” jelasnya.
×
Berita Terbaru Update