“Korban ditemukan sekitar 450 meter dari titik awal kejadian. Setelah menerima informasi dari warga, tim gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi,” kata Yusri, Jumat (10/7/2026).
Menurut Yusri, momen ditemukannya korban bertepatan dengan hari ulang tahun korban.
“Korban juga ditemukan pas saat hari ulang tahunnya yang ke-26 tahun,” ujarnya.
Setelah dievakuasi, jenazah Ipan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk proses identifikasi. Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Bandung Barat.
“Sekitar pukul 20.00 WIB, ambulans yang membawa jenazah dilepas dari Mapolsek Pulau Rimau untuk selanjutnya diberangkatkan ke kampung halaman korban,” ungkap Yusri.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama di kawasan yang diketahui menjadi habitat buaya.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari maupun di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya,” katanya.
Peristiwa nahas itu bermula ketika tiga rekan korban sedang memperbaiki kemudi jukung di perairan Dusun I, Desa Teluk Betung. Ipan kemudian turun ke sungai untuk membantu. Namun, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air, menerkam tubuh korban, lalu menyeretnya ke dasar sungai.
Pencarian yang dilakukan selama empat hari akhirnya berakhir setelah jasad korban berhasil ditemukan. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang harus kehilangan Ipan tepat pada hari ulang tahunnya.