-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Keluhan Makanan MBG Diduga Berbau Muncul di Gandus, Warga Desak Evaluasi Distribusi dan Pengawasan

Sabtu, 30 Mei 2026 | Mei 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-30T14:01:15Z


sriwijayaviral.com, PALEMBANG — Keluhan terkait kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul di Posyandu Cemara, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sabtu (30/5/2026). Sejumlah penerima manfaat melaporkan menu ayam goreng tepung yang dibagikan diduga mengeluarkan aroma tidak sedap saat akan dikonsumsi.


Keluhan tersebut beredar di tengah masyarakat dan memunculkan perhatian terhadap kualitas makanan yang didistribusikan dalam program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.


Salah seorang penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengaku menemukan aroma tidak biasa dari menu ayam goreng yang diterimanya.


"Kami khawatir mengonsumsinya karena baunya tidak sedap. Padahal makanan ini diperuntukkan bagi anak-anak dan ibu-ibu," ujarnya kepada wartawan.


Laporan serupa juga diterima pengelola Posyandu Cemara. Ketua Posyandu Cemara 36 Ilir, Lisna Susanti, membenarkan adanya keluhan dari warga terkait makanan yang dibagikan dalam program tersebut.


"Benar, kami menerima laporan mengenai menu ayam goreng yang dikeluhkan berbau tidak sedap. Namun dari total 193 paket makanan yang dibagikan, hanya tiga paket yang dilaporkan dalam kondisi kurang layak," kata Lisna.


Belum Ada Keterangan Resmi Kelurahan
Upaya konfirmasi kepada Lurah 36 Ilir, MGS A. Bar, melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum mendapat tanggapan.


Sementara itu, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari pihak kesehatan yang dapat memastikan penyebab munculnya aroma yang dikeluhkan warga.


IKSOWDUS Dorong Evaluasi Menyeluruh
Keluhan tersebut turut mendapat perhatian dari Ikatan Solidaritas Warga Gandus (IKSOWDUS). Ketua IKSOWDUS, Julianto, mengungkapkan pihaknya menerima informasi mengenai sekitar 14 penerima manfaat yang diduga menerima makanan dengan kondisi serupa.


Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar kualitas pelayanan dalam Program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga.


"Program MBG merupakan program yang sangat baik dan harus didukung bersama. Namun kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat juga harus menjadi perhatian utama agar tujuan program dapat tercapai," ujarnya.


Julianto menilai evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.


Penyedia Makanan Beri Klarifikasi
Menanggapi laporan tersebut, pihak penyedia makanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Anyar 3 menyatakan telah melakukan pengecekan terhadap makanan yang dipermasalahkan.


Asisten Lapangan SPPG Karang Anyar 3, Dikky, mengatakan laporan yang diterima relatif kecil dibandingkan jumlah paket makanan yang didistribusikan.


"Dari total 193 penerima manfaat, laporan yang kami terima berkisar tiga paket makanan," ujarnya.


Ia menjelaskan makanan didistribusikan sekitar pukul 11.00 WIB, sedangkan laporan diterima sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), makanan dianjurkan untuk segera dikonsumsi setelah diterima.


"Dari hasil pengecekan awal, terdapat kemungkinan jeda waktu konsumsi setelah makanan dibagikan," jelasnya.
Meski demikian, pihak SPPG

menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penerima manfaat dan berjanji melakukan evaluasi terhadap proses distribusi makanan di lapangan.


Menunggu Hasil Pemeriksaan
Hingga saat ini belum terdapat hasil laboratorium maupun keterangan resmi dari otoritas kesehatan yang dapat memastikan penyebab aroma yang dikeluhkan warga.


Belum diketahui apakah kondisi tersebut disebabkan oleh kualitas bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, atau faktor lainnya. Karena itu, berbagai pihak mendorong adanya pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh guna memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.


Warga berharap hasil pemeriksaan dapat diumumkan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat sekaligus menjadi bahan perbaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.
×
Berita Terbaru Update