Rumah Panggung & Bedeng 4 Pintu di Keramasan Hangus, Emas 5 Suku Ludes: Korsleting Listrik Diduga Jadi Biang Kerok
PALEMBANG –SriwijayaViral.com
Kebakaran kembali menampar kawasan padat penduduk di Kertapati. Satu unit rumah panggung dua lantai beserta bedeng empat pintu di Jalan Zainal Abidin, Kelurahan Keramasan, luluh lantak dilalap api, Rabu 15 April 2026 siang.
Tak ada yang tersisa. Bangunan, satu unit sepeda motor, hingga emas seberat 5 suku milik korban ikut jadi abu. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
*Kronologi: Pemilik Lihat Asap dari Sawah*
Api pertama kali disadari pemilik rumah, Abu Hasan (66), sekitar pukul 12.50 WIB. Saat itu ia sedang di sawah tak jauh dari rumah. Tiba-tiba ia melihat kepulan asap hitam tebal membumbung dari atap rumahnya.
“Saya lihat asap sudah tinggi. Begitu lari sampai rumah, api sudah besar. Warga sudah coba bantu padamkan pakai air, tapi nggak mampu. Apinya cepat sekali,” kata Abu Hasan dengan suara bergetar.
Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Istri dan anak korban sedang keluar.
*4 Unit Damkar Turun, Padam 50 Menit*
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang menerjunkan 4 unit armada ke lokasi. Petugas berjibaku di tengah permukiman padat. Api baru berhasil dipadamkan total sekitar pukul 13.40 WIB.
Gerak cepat damkar mencegah api menjalar ke rumah warga lain. Namun untuk rumah Abu Hasan, api terlanjur menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.
*Polisi: Dugaan Kuat Korsleting Lantai Dua*
Kapolsek Kertapati AKP Angga Kurniawan, http://S.Tr.K., S.I.K. yang turun langsung ke TKP menyebut dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
“Dugaan sementara karena arus pendek listrik dari lantai dua rumah korban. Saat kejadian rumah kosong. Ini peringatan keras lagi soal bahaya instalasi listrik yang tidak standar di permukiman padat,” tegas AKP Angga di lokasi.
Tim Inafis Polrestabes Palembang sudah melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
*Tak Ada Korban Jiwa, Tapi Trauma Mendalam*
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun trauma tak terhindarkan. Ayu, anak perempuan korban, sempat pingsan saat melihat rumah masa kecilnya rata dengan tanah.
*Alarm Bahaya Instalasi Listrik Sembarangan*
Kebakaran di Keramasan ini menambah daftar panjang musibah serupa di Kertapati. Pola yang sama berulang: permukiman padat + instalasi listrik tua/sembarangan = bencana.
Tanpa audit masif instalasi listrik dan kesadaran warga untuk tidak “ngakal” kabel, kebakaran berikutnya tinggal tunggu waktu. Kerugian berikutnya bisa lebih besar: harta, bahkan nyawa.
Pemerintah kota dan PLN didesak turun tangan melakukan pengecekan gratis instalasi listrik di kawasan padat, sebelum warga kembali jadi korban.
( Agung)
