Ogan Ilir, sriwijayaviral.com - Setelah viral sempat tutup kini gudang bbm ilegal milik diduga milik bukak kembali, tidak membuat efek jera bagi para mafia BBM Ilegal yang beroperasi di wilayah Hukum Polda Sumsel. Namun malah sebaliknya mafia BBM ilegal masih terus beraksi dengan merajalela di wilayah Hukum Polres Ogan Ilir seakan dilindungi.
Dengan keuntungan yang besar kuat bisnis ini sering melibatkan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) yang ikut bermain di dalamnya dan seolah membekingi.
Salah satu penemuan team ialah gudang terbesar di Kabupaten Ogan Ilir berada di wilayah hukum Polres Ogan Ilir tepatnya di JL. Lintas Timur (Jalintim) Palembang – Indralaya KM 32. Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir tepatnya berada di belakang Perumahan GOLDEN PREMIER INDRALAYA.
Dari hasil investigasi team dilapangan menurut warga sekitar mengatakan bahwa gudang tersebut diduga dimiliki/dikelola oleh inisial (BRM) dan (SW). Gudang tersebut juga sering aktiv di malam hari terlihat dari keluar masuknya mobil tangki biru putih dan mobil buck ke gudang tersebut.
"Diduga gudang dimiliki oleh (BRM) dan (SW) sempat tutup karna viral kurang lebih 1 minggu, kini beroperasi kembali sering mobil tangki biru putih dan buck truk membawa bahan keluar masuk ke dalam gudang di malam hari, Namun kami cukup cemas dan takut kalau tinggal disini, Gudang terbakar atau meledak seperti yang sering terjadi,” Ujar warga. Senin (09/03/2026).
Warga juga menduga, mobil – mobil tersebut melakukan bongkar muat bbm dengan modus operandi meng-uplos atau mencampur minyak solar pemerintah dengan solar dari hasil sulingan masyarakat dengan campuran bahan – bahan tertentu. Tegas warga lainnya.
Jika dugaan tersebut benar, maka hal ini menjadi pukulan serius bagi upaya pemberantasan mafia minyak di Sumatera Selatan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Kalau benar gudang itu sudah pernah ditutup tapi sekarang buka lagi, berarti ada yang bermain di belakang. Aparat harus menjelaskan kepada publik," warga yang enggan di sebutkan
Mendesak Polda Sumatera Selatan khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan terbuka dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam aktivitas penimbunan dan distribusi BBM ilegal tersebut.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar aparat tidak tebang pilih dalam menindak praktik mafia minyak yang selama ini merugikan negara serta membahayakan keselamatan warga.
“Kalau memang ada mafia minyak dan ada dugaan setoran kepada oknum aparat, ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan kembali beroperasinya gudang BBM ilegal tersebut.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk membuktikan komitmen dalam memberantas mafia minyak di Sumatera Selatan.
Team Media Partner SEMUT GATAL